Ini adalah kelanjutan rangkaian panduan nge-blog dengan WordPress. Kalo kamu masih pemula di bidang per-Wordpress-an, maka artikel ini wajib kamu baca dan kalo perlu di bookmark atau disimpen baik-baik. Ini adalah inti dari blogging. Yaitu manajemen artikel. Setiap blog selalu memiliki fasilitas ini. Fasilitas untuk menambah, mengurangi atau mengedit artikel yang ada di dalam blog. Insya Allah saya akan membuat artikel ini dalam beberapa bagian.

Add an Article

Untuk menambah artikel di WordPress caranya sangat mudah, selain dengan menggunakan software-software blogging yang sudah saya jelaskan di artikel sebelumnya, kita juga bisa menggunakan Write Form dari Dashboard. Untuk mengaksesnya terlebih dahulu kita perlu login ke dashboard dengan mengunjungi http://domain-kamu.com/wp-login.php

WRITE1

Selanjutnya tinggal mengklik tulisan Write a post, maka sebuah form pengiriman artikel akan muncul. Namun, bagi kamu yang memakai 100webspace sebagai hostingnya, kamu hanya akan melihat dua buah kotak saja tanpa tombol sama sekali, sehingga bagi kamu yang kurang paham dengan HTML, cara ini kurang menyenangkan. Maka, bagi yang memakai 100webspace sebagai hostingnya, saya sangat menyarankan untuk menggunakan BlogJet ataupun wBloggar sebagai sarana pengiriman artikelnya.

Sedangkan bila kamu memakai hosting yang lain misalnya Awardspace, 110mb, ataupun ueuo, insya Allah tombol-tombol untuk editing format text akan muncul.

Saya kurang tahu kenapa bisa begini, tapi kemungkinan karena bertabrakan dengan script iklan yang ada di 100webspace. Jika tombolnya muncul, maka tampilannya akan seperti ini :

WRITE2

Sekarang saya akan coba jelasin masing-masing fungsi dari kolom-kolom diatas :

  1. Title – Isilah dengan judul artikelnya
  2. Post – Ada dua tab, yang satu Visual, menampilkan artikel dalam mode WYSIWYG editor, kamu bisa langsung melihat hasilnya saat mengedit format textnya. Tab yang kedua adalah Code, tempat kamu melihat kode HTML dari artikel yang hendak kamu publikasikan ini.
  3. Categories – Digunakan untuk mengatur penempatan artikel pada kategori tertentu. Anda dapat menempatkan sebuah artikel pada beberapa kategori sekaligus.
  4. Discussion – Mengatur apakah anda membuka komentar atas artikel anda. Juga mengatur apakah anda mengijinkan mesin agregator membaca artikel anda.
  5. Post Password – Memberi password pada artikel. Digunakan untuk artikel-artikel yang sifatnya rahasia.
  6. Post Slug – Adalah tampilan URL yang anda inginkan (digunakan bila kamu mengaktifkan opsi permalink). Misal anda isi artikel_satu maka jika artikel ini dibuka akan tampil dalam address bar http://domain-kamu.com/artikel_satu/
  7. Post Status – Digunakan untuk menampilkan status artikel. Ada 3 pilihan yaitu Published (sudah dipublikasikan), Draft (masih rancangan), Private (artikel pribadi/rahasia).
  8. Post Timestamp – Digunakan untuk mengatur tanggal penerbitan artikel. Secara default, tanggal sama dengan saat anda menulis artikel. Bila dibuat tanggal yang akan datang, maka artikel akan muncul saat tanggal yang ditentukan.
  9. Upload – Digunakan bila kamu ingin mengupload sebuah file (misalnya gambar) dan akan memasukkannya ke dalam artikel.

Setelah selesai mengetik artikel, kamu bisa langsung mengklik tombol Publish, namun bila kamu masih ingin menyimpannya dulu klik saja tombol Save and Continue Editing, sedang bila kamu cuma ingin menyimpannya untuk diedit di waktu yang lain klik tombol Save.

Add a Picture

Untuk menambah gambar/picture seperti udah dijelasin diatas, kamu bisa memanfaatkan fasilitas upload yang ada di kolom Upload. Secara default, gambar-gambar yang kamu kirimkan akan disimpan di folder wp-content/uploads dan dimasukkan ke dalam folder-folder dengan nomor tahun dan bulan. Jadi misalnya kamu mengupload tahun 2007 bulan Februari, maka gambarmu akan disimpan di wp-content/uploads/2007/02. Nah, jika kamu merasa kebingungan dengan aturan default ini, kamu bisa merubahnya di menu Options – Miscellaneous.

WRITE3

Disini saya merubah default uploads folder menjadi images. Sehingga bila kita menguploads dari sini, gambar akan langsung mengarah ke http://localhost/panduanwp/images.

Kembali ke kolom Write, cobalah untuk mengupload sebuah gambar, klik tombol Browse dan carilah gambar yang ingin diupload. Setelah ketemu klik OK dan klik Upload. Maka sebuah tab baru akan muncul lengkap dengan tumbnail gambar yang barusan kamu upload seperti ini :

WRITE4

Sekarang kamu perlu memilih tampilan yang kamu inginkan. Misalnya bila gambarnya cukup besar, kamu bisa memilih Thumbnail yang nantinya dia akan menampilkan sebuah gambar kecil dan link menuju gambar sesungguhnya. Tapi bila gambarmu ndak terlalu besar dan kamu ingin segera bisa dinikmati oleh pengunjung, maka pilihlah Full size.

Pilihan berikutnya adalah apakah images akan di link ke file tersebut, ke halaman yang lain atau tidak sama sekali. Untuk memasukkannya ke artikel, cukup dengan mengklik Send to Editor.

Biar ndak terlalu bosen, artikel ini distop sampai sini dulu. Silahkan ikuti terus artikel-artikel berantai tentang Manajemen artikel ini, stay tune di gelombang dan URL yang sama. Merdeka !!

Iklan