Saat memakai themes baru ini saya dituntut untuk melakukan sedikit manipulasi script WordPress. Bukan themesnya lho, tapi script WordPressnya. Sebenarnya cara ini kurang dianjurkan oleh WordPress, tapi inikan Open Source dan tentu saja resiko ditanggung sendiri 😀

Nah, kita telah mengenal Excerpt. Buat yang belum Excerpt adalah ringkasan posting artikel kita. Secara normal excerpt berisi 55 kata pertama dari postingan kita. Namun bila kita ingin membuat sendiri, maka kita perlu memasukkan ringkasan yang kita inginkan ke dalam box excerpt yang ada di kolom Optional Excerpt.

Saat saya beralih menggunakan Themes ini, maka saya butuh menampilkan artikel dengan gaya adsense. Yaitu kurang dari 100 character saja. Sementara jika memakai excerpt default WordPress yang 55 kata, tentu hal ini jadi kurang menarik. Sebenarnya caranya mudah, saya cuma perlu mengisi Optional Excerpt di setiap artikel. Tapi, artikel di blog ini sudah sedemikian banyak, hal itu tentu kurang praktis kan?

Maka saya sedikit mengintip ada apa dibalik Excerpt. Fungsi excerpt tidak memiliki parameter, sehingga anda tak bisa menentukan jumlah karakter yang ingin dimasukkan. Maka kita perlu merubah tatanan sosial ini agar sesuai dengan blog kita (blog saya sih..hehehe 😀 ) Saya menemukan fungsi Excerpt pada file post-template.php di direktory wp-include. Buka filenya dan cari kata function the_excerpt()

Selanjutnya ganti isi fungsinya dengan script berikut :

function the_excerpt() {
	// apply_filters('the_excerpt', get_the_excerpt());
	$rangkuman = apply_filters('the_excerpt', get_the_excerpt());
	$rangkuman = str_replace('

','',$rangkuman); $rangkuman = str_replace('

','',$rangkuman); $rangkuman = str_replace('
','',$rangkuman); $rangkuman = substr ($rangkuman, 0, 100); $akhir = strrpos ($rangkuman, " "); $rangkuman = substr ($rangkuman, 0, $akhir); echo $rangkuman.' ...'; }

Kode substr ($rangkuman, 0, 100); adalah inti dari fungsi ini. Yaitu mengambil 100 karakter pertama dari posting kita. Setelah disimpan kita bisa mengarah ke themes.

Masukkan kode pada file index.php dan archieve.php.

Hasilnya bisa dilihat di blog ini. Semua sudah di ringkas dan mirip dengan iklannya Google Adsense. 🙂

WARNING !! Tutorial ini hanya untuk mereka yang suka tantangan dan resiko.

Iklan